
Natrium atau sering disebut juga
sodium adalah unsur kimia yang dalam tabel periodik (tabel unsur kimia)
memiliki simbol Na. Natrium adalah unsur bernomor atom 11 dan termasuk jenis
logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama dalam bentuk
mineral halit).
Natrium hampir tidak pernah
ditemukan dalam bentuk unsur murni. Artinya natrium ditemukan dalam bentuk
persenyawaan seperti garam yang terdapat di lautan dan bentuk batuan mineral
hasil tambang di danau garam yang mengering.
Natrium adalah turunan dari kata
“Natron,” yaitu berupa garam mineral yang sudah sejak ribuan tahun
dipergunakan untuk proses pembalsaman mumi di zaman mesir kuno. Ibnu Qoyyim,
salah satu penulis kitab pengobatan yang berjudul Thibbun Nabawi juga pernah
menyinggung pemanfaatan natron untuk campuran salep klabet.
ودقيقها إذا
خلط
بالنطرون والخل،
وضمد
به،
حلل
ورم
الطحال،
“Tepungnya (hilbah/ klabet) bila
dicampurkan dengan natron dan cuka lalu dibalutkan, bisa mengempeskan radang
limpa,”
Natron adalah campuran alami dari natrium
karbonat dehidrat dengan rumus persenyawaan Na2Co3 . 10H2O (semacam abu soda)
dan sekitar 17 persen Natrium bikarbonat yang memiliki rumus NaHCo3 (juga
disebut nahkolit atau baking soda), serta campuran sejumlah kecil garam rumahan
seperti halit, NaCl (garam meja) dan Natrium Sulfat. Mineral natron sering
ditemukan hubungannya dengan termonatrit, nahkolit, trona, halit, mirabilit,
gaylussit, gypsum, dan kalsit.
Wadi El Natrun
Dalam bahasa Yunani natron disebut
nitron. Sementara istilah natron berasal dari peradaban Mesir Kuno dan mengacu
kepada sebuah tempat yang bernama Wadi El Natrun atau berarti lembah
natron. Wadi El Natrun berlokasi 100 kilometer menuju arah barat laut
dari kota Kairo, tepatnya di sebuah lembah yang terletak di Provinsi Beheira,
Mesir saat ini. Di cekungan Wadi El Natrun terdapat banyak danau garam
dan dataran garam yang terletak di gurun.
Wadi El Natrun terkenal sejak lama karena beberapa hal, antara lain karena
di daerah gurun terdapat setidaknya sepuluh danau dan delapan diantaranya dikenal
sebagai penghasil garam natron. Sementara orang Romawi yang menguasai wilayah Wadi
El Natrun juga memanfaatkan mineral tambang untuk diambil ekstrak silikanya
sebagai bahan baku pembuatan kaca.
Selain itu akibat penguasaan
kerajaan Romawi Timur atas daerah tersebut kemudian Wadi El Natrun
dikenal sebagai kantong komunitas Kristen Koptik dan memiliki banyak biara
kuno. Biara kuno yang tetap berdiri hingga saat ini tidak lain karena
perlindungan yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah ﷺ atas gubernur Mukaukis dan
rakyatnya yang menguasai Alexandria dan sekitarnya bilamana wilayah tersebut
ditaklukan kelak. Benar saja, nubuwat itupun akhirnya terjadi pada khalifah
Umar Bin Khattab dan penaklukan dilakukan di bawah komando Amr bin Ash.
Hingga saat ini biara-biara koptik
masih terkenal sebagai tempat ziarah, begitu pula aktivitas penambangan batuan
natron untuk dijadikan ekstrak garam natron. Semasa penjajahan Inggris atas
Mesir, jalur kereta dibuat untuk memindahkan batuan natron dari lembah ke kota
Kairo. Bersambung…
nice post sob .. makasih udah bagi bagi informasi nya .. ini sangat bermanfaat ..
BalasHapus@juned
BalasHapusok sobat...salam sukses